Walau tlah kutuliskan
Seratus sajak untukmu
Takkan pernah mampu
Menandingi cinta terindah
Cinta seorang wanita
Yang sungguh ku hormati selalu
Ialah,MAMA...
Tempat pelabuhan baktiku
Yang ku dirikan dalam setiap
Pancang dermaga
Persinggahan waktuku
Sekarang wajahmu terlihat
Begitu menua
Penuh gurat-gurat kelelahan
Karena begitu setia menjaga
Dan merayu waktu...
Agar selalu bersahabat denganku
Keriput di jemari dan bulir-bulir
Otot di lenganmu
Menjadi saksi...
Bahwa kau tidak pernah sekejap saja
melepaskan genggaman cintamu
Menyentuh dan mengangkat beban hati
Juga menyelimuti hariku
Yang begitu dingin...
Bibirmu kini mengering dan menghitam
Karena tak henti mengalirkan Do'a untukku
Setiap pagi,siang dan malam
Masih ingin singgah
Selama berpuluh-puluh tahun usiaku
MAMA...
Kaulah segala kasih termurni pancaran cahaya bumi
Dan aliran mata air terbening
Yang tuhan ciptakan
Sungguh kau adalah cinta
Yang slalu bermakna dan berarti...
Wednesday, March 31, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



No comments:
Post a Comment